Phuket oh Phuket Part 4
Hai gaes! Semoga tidak bosan ya membacanya. Mohon maaf kalau postingan terakhir ini terlalu lama, karena aku harus menyelesaikan project pekerjaanku yang selesai dibulan November ini. Dan persiapan magang dan skripsi Desember sampai sekarang. Okelah lanjut saja.. Happy reading! ^^
Nah ga jauh dari petugas imigrasi ada lemari tempat peta dan wisata apa saja yang bisa kita nikmati di phuket. Gratis kok, ambil aja. Tapi ga usah terlalu banyak, sisakan untuk turis yang lain. :D Selain peta ada juga meja counter perdana Thailand yaitu Truemove yang diberikan secara cuma-cuma juga. Truemove bagus banget, cepet juga. Ibaratnya Telkomsel Indonesia, dan harga paket yang disediakan cukup murah, 150 bath unlimited selama 3 hari.. Lumayan lah untuk update kegiatan keseharian kamu..
Keluar bandara Phuket, kita disambut oleh driver Thailand yang kece banget pakai kacamata hitam dan headset. Aku lupa siapa namanya, namun orangnya ramah dan cukup mudah berkomunikasi dengannya walaupun aksen bahasa inggrisnya kurang jelas.
Di tengah perjalanan, kami bertemu dengan Mrs Lada untuk pembayaran one day trip ke Phiphi dan minivan yang dipakai untuk menjemput saya. Untuk perhitungannya uangnya saya lupa, tapi seingat saya 1500bath one day trip dan minivan 200bath. Aku kira perjalanan phuket seperti kota jakarta yang penuh dengan gedung-gedung pencakar langit, namun Phuket lebih alami, jalannya berbelok-belok dan naik turun, hati-hati sekali buat yang mudah mabok. hahaha
Sekitar 1 jam perjalanan, saya sampai di Patong Apartment. Saya menginap 2 hari disana dan ditempat yang sama. Menurut saya apartment ini cukup menyenangkan, harga yang murah dan tempat yang cukup bersih kami dapatkan. Sayang saja, lift yang digunakan hanya 1 buah dan mengerikan. Keadaan gedung yang kita lihat dari luar juga tidak terawat. Tapi resepsionist apartment dan pembersih kamarnya baik dan ramah. Setelah meletakkan segala barang-barang ribet itu diresepsionist karena belum waktunya check in, saya mencari makan siang dan berjalan-jalan menikmati suasana langit biru dan bersihnya laut Pantai Patong.
Menurut aku, kalau kamu berencana liburan ala backpacker yang semua serba hemat, pintar-pintarlah memilih hotel yang dekat dengan pantai. Karena transportasi di sekitar pantai phuket itu cukup mahal dan ribet, mulai dari tuk-tuk (semacam ojek mobil gitu. mobil mini bus tapi terbuka semuanya, tanpa ac, harga ditentukan dari seberapa jauh/dekat tujuan, dapat mengangkut sampai 10 orang), atau taksi atau mungkin sewa motor/mobil. Karena selain lebih hemat dibiaya hotel, kamu juga dapat keuntungan berupa kenikmatan jalan santai phuket dan jalan ketempat wisata lain.
Seperti patong apartment ini, walaupun tidak semewah yang aku bayangkan ketika melihat gambar-gambar diinternet, tapi lokasinya sangat strategis. 10 menit ke Patong Beach, 10 menit ke Bangla Road, dan sekitar jalan banyak penjual baju atau oleh-oleh, makan pagi siang atau malam yang lebih ramai. Wangi laut dan suasana pantai phuket benar-benar membuat saya addict. hahaha. Ketika saya sudah di Indonesia, saya rindu sekali untuk makan dipinggir pantai. Makanan khas thailand yang terkenal dengan rasa asam dan babi kecapnya itu memang agak sulit beradaptasi dengan lidah saya karena walaupun saya kristen, dan dihalalkan untuk makan apapun, saya tidak suka makan babi, atau makanan aneh lainnya karena memang saya memperhatikan efek kedepannya. Jadi dari 5 hari di Thailand saya cuma makan babi 1 kali saja, Itu juga karena dipaksa teman agar tidak menyesal saat pulang ke Indonesia. Ketika saya berjalan pulang setelah puas makan nasi goreng ala Phuket Beach, kami tergilitik untuk membeli Thai Tea yang uenaaakk banget! Wajib coba
Oo iya hampir terlupa, saya sempat membeli sendal santai dipinggir pantai, karena sendal sepatu saya rusak.. hahaha yasudahlah, apa boleh buat.
10 menit sebelum landing, pramugari malindo air memberikan formulir kecil untuk diserahkan pada petugas imigrasi ke seluruh penumpang. Setelah landing, panas kota phuket sudah sangat terasa.. Baru melihat keadaan sekitar dari jendela pesawat saja sudah silau. Kalau menurut saya bandara ini tidak mempunyai tema yang spesifikasi, tidak istimewa namun tidak jelek juga dan tidak terlihat sesak juga.. Aku senang karena bagian imigrasi bandara Phuket sangat mudah dijangkau. Seperti yang kalian lihat, banyak pos-pos petugas imigrasi yang ramah dan murah senyum. Good first impression. :)
Sampai di pos imigrasi saya diminta untuk memberikan formulir kecil itu dan dengan cepat bapak imigrasi itu mengetik selama 30 detik lalu foto untuk dokumen gitu. Setelah seluruh prosedur dijalankan, saya diberikan kembali formulir kecil itu dengan tulisan yang intinya saya boleh menetap di Phuket sampai 10 September 2015.
Tips: Teman-teman, simpanlah formulir kecil itu sampai temen-temen selesai berkunjung ke Thailand. Karena formulir kecil itu akan diminta pihak bandara Thailand kembali pada saat kita meninggalkan Thailand atau Phuket. Jangan sampai hilang, robek, atau luntur ya. ;)
Keluar bandara Phuket, kita disambut oleh driver Thailand yang kece banget pakai kacamata hitam dan headset. Aku lupa siapa namanya, namun orangnya ramah dan cukup mudah berkomunikasi dengannya walaupun aksen bahasa inggrisnya kurang jelas.
Di tengah perjalanan, kami bertemu dengan Mrs Lada untuk pembayaran one day trip ke Phiphi dan minivan yang dipakai untuk menjemput saya. Untuk perhitungannya uangnya saya lupa, tapi seingat saya 1500bath one day trip dan minivan 200bath. Aku kira perjalanan phuket seperti kota jakarta yang penuh dengan gedung-gedung pencakar langit, namun Phuket lebih alami, jalannya berbelok-belok dan naik turun, hati-hati sekali buat yang mudah mabok. hahaha
Sekitar 1 jam perjalanan, saya sampai di Patong Apartment. Saya menginap 2 hari disana dan ditempat yang sama. Menurut saya apartment ini cukup menyenangkan, harga yang murah dan tempat yang cukup bersih kami dapatkan. Sayang saja, lift yang digunakan hanya 1 buah dan mengerikan. Keadaan gedung yang kita lihat dari luar juga tidak terawat. Tapi resepsionist apartment dan pembersih kamarnya baik dan ramah. Setelah meletakkan segala barang-barang ribet itu diresepsionist karena belum waktunya check in, saya mencari makan siang dan berjalan-jalan menikmati suasana langit biru dan bersihnya laut Pantai Patong.
Menurut aku, kalau kamu berencana liburan ala backpacker yang semua serba hemat, pintar-pintarlah memilih hotel yang dekat dengan pantai. Karena transportasi di sekitar pantai phuket itu cukup mahal dan ribet, mulai dari tuk-tuk (semacam ojek mobil gitu. mobil mini bus tapi terbuka semuanya, tanpa ac, harga ditentukan dari seberapa jauh/dekat tujuan, dapat mengangkut sampai 10 orang), atau taksi atau mungkin sewa motor/mobil. Karena selain lebih hemat dibiaya hotel, kamu juga dapat keuntungan berupa kenikmatan jalan santai phuket dan jalan ketempat wisata lain.
Seperti patong apartment ini, walaupun tidak semewah yang aku bayangkan ketika melihat gambar-gambar diinternet, tapi lokasinya sangat strategis. 10 menit ke Patong Beach, 10 menit ke Bangla Road, dan sekitar jalan banyak penjual baju atau oleh-oleh, makan pagi siang atau malam yang lebih ramai. Wangi laut dan suasana pantai phuket benar-benar membuat saya addict. hahaha. Ketika saya sudah di Indonesia, saya rindu sekali untuk makan dipinggir pantai. Makanan khas thailand yang terkenal dengan rasa asam dan babi kecapnya itu memang agak sulit beradaptasi dengan lidah saya karena walaupun saya kristen, dan dihalalkan untuk makan apapun, saya tidak suka makan babi, atau makanan aneh lainnya karena memang saya memperhatikan efek kedepannya. Jadi dari 5 hari di Thailand saya cuma makan babi 1 kali saja, Itu juga karena dipaksa teman agar tidak menyesal saat pulang ke Indonesia. Ketika saya berjalan pulang setelah puas makan nasi goreng ala Phuket Beach, kami tergilitik untuk membeli Thai Tea yang uenaaakk banget! Wajib coba
![]() |
| Gedung putih dibelakang aku adalah Patong Apartment |
![]() |
| Gak ngerti maksudnya pasang foto ibu itu dijalan. haha |
![]() |
| Thai Tea 40 bath |
![]() |
| After lunch and enjoy with thai tea, it's time to back |
Tips: Sebenernya ini hak kalian kalau memang mau berbelanja ditempat wisata. namun berhati-hatilah ketika kamu menawar dengan pedagangnya. Kalau memang penjual tidak mau meberikan harga yang kamu tawarkan, berpindahlah ke toko lain. Kenapa? Karena rata-rata pedagang di Phuket tidak suka kalau dipaksa untuk menurunkan harga, bahkan kasarnya mereka akan mencacimaki kita dengan bahasa mereka. Daripada kita keki sendiri dikatain sama mereka dan malah kita ga dapat barangnya, lebih baik kita ke pedagang lain biar sama-sama enak.
Sekitar jam 2 siang, saya dan teman-teman saya masuk kamar yang terdiri dari 2 ruangan. 3 kamar tidur single di ruangan pertama dan ruangan kedua diisi dengan 1 kamar tidur single dan 1 kamar tidur double. Sangat cukup dan pas sekali untuk 6 orang. Kamarnya nyaman dan cukup bersih. Hanya terkadang ketika malam hari terlihat menyeramkan, haha.
Saya membaringkan kepala dan badan yang memang kurang istirahat, dan sekitar jam 4 mandi untuk menjelajah kembali. Mau kemana ya malam ini? Jungceylon Mall.....!!! Apa sih Jungceylon Mall itu? Sama aja sih kayak mall di Jakarta, mirip kayak Mall Taman Anggrek atau Mall Central Park gitu deh. Buat yang suka shopping ya enjoy banget pasti karena brand terkenal dunia pasti ada disini.
Setelah menjelajah mall yang ala-ala turis ga modal gitu, cuma pengen cuci mata dan menghilangkan rasa penasaran saja, langsung jalan ke Bangla Road. Apa sih Bangla Road? Hmm seperti dunia malamnya Phuket. Banyak banget cafe yang menawarkan "cinta satu malam", sekedar mampir dan minum bir atau ada juga cafe yang menyediakan tiang untuk bule-bule yang mau menari striptis. Dan pas banget saya dateng ada bule yang agak mabuk dan dengan beraninya dia menari di tiang tesebut, padahal badannya sangat tdak mendukung. hahahahaha
Keesokkan harinya, Phuket diderai hujan yang cukup deras, kotanya pun diselimuti kabut. Kami sepakat untuk menunggu hujan berhenti, dan tibalah jam 11 siang, matahari mulai bersinar. Kembali ke rencana sebelumnya yaitu perjalanan ke Big Buddha Phuket. Dibawah apartment tempat saya tinggal ada service rent car or motorbycle. Hanya dengan 500 bath yang dibagi 2 orang dan bensin 60 bath, kami sudah puas jalan-jalan mendaki gunung dan kepantai secara abstrak. Ga percaya? Nih saya jelasin. Tapi sebelumnya saya mau ngasih tips dulu buat kalian.
Tips:
1. Kalau mau meminjam motor, pastikan itu bukan motor curian ya, hahaha
2. Carilah motor yang hemat bensin, seperti merk Honda. Lebih irit lebih untung
3. Perhatikan besar dari body motor, rem tangan dan ban motornya. Karena jalan di Phuket bukan seperti jalanan komplek jakarta, tapi lebih seperti Puncak yang lebih ekstream. Jadi kamu bisa bayangkan bagaimana bahayanya kalau badan kamu ga seimbang dengan body motor dan ban motor yang kempes atau bahkan rem motor yang blong.
4. Pilihlah motor yang matic. Sebenernya tergantung selera sih, kalau udah terbiasa dengan motor manual/gigi ya gapapa. Saya memberikan saran saja,..
Waktu itu saya memakai motor matic bermerk Honda. Dan seperti biasanya, pemilik rent motorbycle memberitahukan agar mengisi bensin seperti semula, sebelum dipakai. Ga harus full. Karena motor yang saya naiki menunjukkan bensin di pertengahan, maka saya pun harus membalikkan motor tersebut dengan tangki setengah full atau lebih ( hitung-hitung amal, hahaha ). Oo iya, tempat pengisian bensin atau SPBU di Thailand juga sama kayak di Indonesia, ada beberapa tingkat. Contohnya ada pertamina, dan tingkatakn lebih atas lagi shell. Nah di Thailand juga ada yang seperti itu, dan kalian harus pinter-pinter nanya sama pegawai rentalnya dimana tempat pengisian bensin yang umum. Ciri-ciri tempat pengisian bensin umum adalah minimal pembayaran 60 bath. Jadi ketika kamu isi bensin disana, ga bisa request 1 liter doang atau hanya 30 bath. MINIMAL 60 bath. Rugi dong? Ga kok.. Kita bisa akalin. Gini caranya.
Tips:
1. Ketika kamu isi bensin, usahakan belakang kamu adalah motor teman kamu.
2. Dan ketika tips 1 sudah dijalankan, perkirakan bensin yang ingin kalian beli. Misalnya tangsi bensin kamu sudah sampai dititik merah atau sudah mau habis, dan punya teman kamu hanya setengah yang habis. Atau anggap saja teman kamu mau beli 30 bath, sedangkan kamu hanya 50 bath.
3. Saran saya, usahakan pembelian yang paling banyak adalah orang pertama, namun kalau tidak berjalan dengan baik juga tidak apa-apa. Orang pertama akan mengatakan membeli 80 bath, namun ketika tangki bensin orang pertama sudah penuh, langsung bilang ke pegawainya untuk diberikan ke motor teman kamu.
4. Teman-teman boleh mengikuti tips saya diatas, karena saya pun diberikan tips dari pegawai tempat pengisian yang baik hati itu. Hahahaha
Dengan berbekal waze, akhirnya kami sampai hjuga di Big Budha Phuket.
Oo iya setelah kalian mampir di Big Budha, kalian harus mampir ke toko es krim kelapa mereka ya. Enak banget!! Beneran deh ^^
Setelah itu kami langsung ke Phuket View Point. Tempatnya teduh banget, penuh dengan kehijauan dan putihnya langit. Tenang banget deh kalo kesini. Take my mind to right way :)
Setelah dari Phuket View Point, rencana nya mau langsung pulang karena baju udah basah dan takut masuk angin juga. Tapi pas kita lewat jalan pulang ketemu Pantai Kata, yaudah gak bisa nahan niat penjelajahnya deh. Mampir juga disana, hehehe..
Tips:
Buat teman-teman yang datang ke Pantai Kata dengan menggunakan sepeda motor, jangan takut ga dapet parkir, karena Pemerintah Phuket udah menyiapkan parkir khusus untuk wisatawan yang mau kesana. Nah kelebihan lainnya adalah barang-barang kalian kayak helm atau kantong kresek yang gak mungkin di bawa ke pantai gitu, bisa ditinggal disana kok. Gak akan hilang, percayalah! Dan gak ada tukang parkir gadungan kayak di Jakarta, hahaha..
Nah ini dia kondisi di Pantai Kata, memang berbeda dengan pantai lainnya karena warna pasirnya yang coklat. Dipantai ini banyak bule yang berolahraga seperti jogging atau main bola dibanding berjemur. Mungkin karena angin dipantai ini cukup kencang dan ada beberapa spot yang sampahnya masih berserakkan.
Setelah main dipantai Kata langsung balik ke apartment dan mandi siap-siap untuk pergi cari makan malam dan menyusuri dunia malamnya kembali. Keesokkan harinya adalah tanggal 12 Agustus 2015 aku pergi ke Phiphi island. Untuk foto-fotonya bisa dilihat di Instagram aku di>>christynrenata (FOLLOW YACH ^^)
Oo iya, untuk info aja aku mengambil paket trip one day Phiphi Island seharga 1200 bath/orang (kalau gak salah ya). Dijemput oleh tournya jam 07.00 dan sampai di pelabuhan setelah berpariwisata sekitar jam 17.00 dan langsung berpindah ke apartement disekitar Phuket Town. Nama apartmentnya SugarPalm, tempatnya bagus banget, masih baru jadi bersih banget. Kalau ingin mencari makan mudah juga kok namun susahnya di bagian pemesanan makanan karena rata2 orang kota di Phuket kurang mengerti bahasa inggris. Jadi paling nunjuk-nunjuk menu dan sebutin jumlah pesanannya saja. Hahahaha pas bayar juga langsung pake nunjukkin angka di kalkulatornya.
Next day, kita mau ke Bangkok tapi naik bus malamnya gitu. Jadwal keberangkatan busnya jam 17.00 jadi masih punya waktu untuk jalan-jalan mengitari Phuket Town. Beruntungnya kami bertemu dengan Bapak warga Phuket yang menyewakan mobilnya untuk wisata. Jadi pemerintah Phuket itu memberikan kebijakkan seperti ini "Jika orang yang sudah mendaftarkan mobilnya ke pemerintah pariwisata, mobil itu akan mendapatkan kesempatan full bensin jika mengantarkan turis berkunjung 10 tempat wisata yang terdaftar di pemerintah juga. " Tempat wisatanya itu bisa kayak tempat cinderamata atau restaurant atau bahkan tempat ngasih makan baby elephant. Dan beruntungnya kemaren aku bertemu dengan bapak yang cukup pintar bahasa inggris dan baik sekali.
Seperti jadwal yang seharusnya aku transit ke Thailand untuk penerbangan ke Jakarta dengan menaiki bus malam, aku sempat browsing diinternet kalau lama perjalanannya paling 12 jam, tapi ternyata lebih lama, bisa 15 jam, jadi sempet panik juga takut ketinggalan pesawat, tapi Tuhan masih sayang sama aku jadi dia memberikan aku supir taxi yang gak bisa mengerti bahasa inggris tapi mengerti bahasa tubuh aku yang panik. hahaha akhirnya dia ngebut banget!
Tanggal 14 Agustus aku pulang ke jakarta dengan transit di Kuala Lumpur dan setelah nunggu 4 jam langsung ke Jakarta. Sekian ceritaku trip ke Phuket. Semoga teman-teman enjoy untuk membaca tulisanku yang abstrak ini. Hahaha God Bless :)
Sekitar jam 2 siang, saya dan teman-teman saya masuk kamar yang terdiri dari 2 ruangan. 3 kamar tidur single di ruangan pertama dan ruangan kedua diisi dengan 1 kamar tidur single dan 1 kamar tidur double. Sangat cukup dan pas sekali untuk 6 orang. Kamarnya nyaman dan cukup bersih. Hanya terkadang ketika malam hari terlihat menyeramkan, haha.
Saya membaringkan kepala dan badan yang memang kurang istirahat, dan sekitar jam 4 mandi untuk menjelajah kembali. Mau kemana ya malam ini? Jungceylon Mall.....!!! Apa sih Jungceylon Mall itu? Sama aja sih kayak mall di Jakarta, mirip kayak Mall Taman Anggrek atau Mall Central Park gitu deh. Buat yang suka shopping ya enjoy banget pasti karena brand terkenal dunia pasti ada disini.
![]() |
| We are in Jungceylon Mall |
![]() |
| Muka bantal banget, ngantuk! |
![]() |
| Menikmati pantai kembali dimalam yang tenang dan penuh bintang |
![]() |
| Welcome to Bangla Road |
Tips:
1. Kalau mau meminjam motor, pastikan itu bukan motor curian ya, hahaha
2. Carilah motor yang hemat bensin, seperti merk Honda. Lebih irit lebih untung
3. Perhatikan besar dari body motor, rem tangan dan ban motornya. Karena jalan di Phuket bukan seperti jalanan komplek jakarta, tapi lebih seperti Puncak yang lebih ekstream. Jadi kamu bisa bayangkan bagaimana bahayanya kalau badan kamu ga seimbang dengan body motor dan ban motor yang kempes atau bahkan rem motor yang blong.
4. Pilihlah motor yang matic. Sebenernya tergantung selera sih, kalau udah terbiasa dengan motor manual/gigi ya gapapa. Saya memberikan saran saja,..
Waktu itu saya memakai motor matic bermerk Honda. Dan seperti biasanya, pemilik rent motorbycle memberitahukan agar mengisi bensin seperti semula, sebelum dipakai. Ga harus full. Karena motor yang saya naiki menunjukkan bensin di pertengahan, maka saya pun harus membalikkan motor tersebut dengan tangki setengah full atau lebih ( hitung-hitung amal, hahaha ). Oo iya, tempat pengisian bensin atau SPBU di Thailand juga sama kayak di Indonesia, ada beberapa tingkat. Contohnya ada pertamina, dan tingkatakn lebih atas lagi shell. Nah di Thailand juga ada yang seperti itu, dan kalian harus pinter-pinter nanya sama pegawai rentalnya dimana tempat pengisian bensin yang umum. Ciri-ciri tempat pengisian bensin umum adalah minimal pembayaran 60 bath. Jadi ketika kamu isi bensin disana, ga bisa request 1 liter doang atau hanya 30 bath. MINIMAL 60 bath. Rugi dong? Ga kok.. Kita bisa akalin. Gini caranya.
Tips:
1. Ketika kamu isi bensin, usahakan belakang kamu adalah motor teman kamu.
2. Dan ketika tips 1 sudah dijalankan, perkirakan bensin yang ingin kalian beli. Misalnya tangsi bensin kamu sudah sampai dititik merah atau sudah mau habis, dan punya teman kamu hanya setengah yang habis. Atau anggap saja teman kamu mau beli 30 bath, sedangkan kamu hanya 50 bath.
3. Saran saya, usahakan pembelian yang paling banyak adalah orang pertama, namun kalau tidak berjalan dengan baik juga tidak apa-apa. Orang pertama akan mengatakan membeli 80 bath, namun ketika tangki bensin orang pertama sudah penuh, langsung bilang ke pegawainya untuk diberikan ke motor teman kamu.
4. Teman-teman boleh mengikuti tips saya diatas, karena saya pun diberikan tips dari pegawai tempat pengisian yang baik hati itu. Hahahaha
Dengan berbekal waze, akhirnya kami sampai hjuga di Big Budha Phuket.
| Difotoin bule loh. |
| Foto bareng bule, tapi bulenya ketutupan rintikan hujan, haha poor bule |
Setelah itu kami langsung ke Phuket View Point. Tempatnya teduh banget, penuh dengan kehijauan dan putihnya langit. Tenang banget deh kalo kesini. Take my mind to right way :)
Setelah dari Phuket View Point, rencana nya mau langsung pulang karena baju udah basah dan takut masuk angin juga. Tapi pas kita lewat jalan pulang ketemu Pantai Kata, yaudah gak bisa nahan niat penjelajahnya deh. Mampir juga disana, hehehe..
Tips:
Buat teman-teman yang datang ke Pantai Kata dengan menggunakan sepeda motor, jangan takut ga dapet parkir, karena Pemerintah Phuket udah menyiapkan parkir khusus untuk wisatawan yang mau kesana. Nah kelebihan lainnya adalah barang-barang kalian kayak helm atau kantong kresek yang gak mungkin di bawa ke pantai gitu, bisa ditinggal disana kok. Gak akan hilang, percayalah! Dan gak ada tukang parkir gadungan kayak di Jakarta, hahaha..
Nah ini dia kondisi di Pantai Kata, memang berbeda dengan pantai lainnya karena warna pasirnya yang coklat. Dipantai ini banyak bule yang berolahraga seperti jogging atau main bola dibanding berjemur. Mungkin karena angin dipantai ini cukup kencang dan ada beberapa spot yang sampahnya masih berserakkan.
| Tetap melihat kedepan bagaimanapun masa lalumu #bodoo! |
Next day, kita mau ke Bangkok tapi naik bus malamnya gitu. Jadwal keberangkatan busnya jam 17.00 jadi masih punya waktu untuk jalan-jalan mengitari Phuket Town. Beruntungnya kami bertemu dengan Bapak warga Phuket yang menyewakan mobilnya untuk wisata. Jadi pemerintah Phuket itu memberikan kebijakkan seperti ini "Jika orang yang sudah mendaftarkan mobilnya ke pemerintah pariwisata, mobil itu akan mendapatkan kesempatan full bensin jika mengantarkan turis berkunjung 10 tempat wisata yang terdaftar di pemerintah juga. " Tempat wisatanya itu bisa kayak tempat cinderamata atau restaurant atau bahkan tempat ngasih makan baby elephant. Dan beruntungnya kemaren aku bertemu dengan bapak yang cukup pintar bahasa inggris dan baik sekali.
![]() |
| Makan Siang |
![]() |
| Phuket Town |
![]() |
| Baby Elephantnya senyum cium aku haha |
![]() |
| Lupa siapa namanya, tapi baby elephantnya jinak banget. |
Tanggal 14 Agustus aku pulang ke jakarta dengan transit di Kuala Lumpur dan setelah nunggu 4 jam langsung ke Jakarta. Sekian ceritaku trip ke Phuket. Semoga teman-teman enjoy untuk membaca tulisanku yang abstrak ini. Hahaha God Bless :)












Komentar
Posting Komentar